Home / Artikel / KAYAK GITU EMPATI TUH

KAYAK GITU EMPATI TUH

 

Akhir pekan seperti ini enaknya dihabiskan bersama anak-anak ya. Kalau sudah punya anak. Atau sama istri. Kalau sudah punya istri. Kalau masih jomblo? Ah, tidak usah sedih. Nggak cuma para jomblo yang akhir pekannya dihabiskan dalam kesendirian. Yang lagi jauh sama anak bini seperti saya juga sama.

But let’s imagine bahwa kita sedang menghabiskan waktu bersama anak-anak kita. Kita pergi ke suatu tempat untuk dinikmati bersama. Kemudian… bersiaplah Anda, karena ada banyak pertanyaan yang akan saya ajukan.

Jika kepada anak-anak Anda, ada yang menyakiti. Misalnya. Anda rela? Saya yakin tidak. Apapun alasannya, Anda nggak akan terima. Benar ya? Benar. Maka kita pun menemukan sekarang bahwa ketika kita menyakiti anak seseorang. Pasti ayah dan ibu orang itu tidak rela. Lantas bagaimana kita yang tidak terima anak kita disakiti orang lain tapi kita sendiri tega menyakiti anak orang lain?

Saya tahu. Anda tidak menyakiti anak-anak lain. Tapi orang dewasa yang kita sakiti itu juga kan anak orang lain. Apa bedanya? Sama saja. Maka kita. Sekarang semakin sadar untuk tidak lagi menyakiti orang lain. Anak buah kita, teman kita, tetangga kita. Karena mereka anak seseorang seperti halnya anak kita. Kayak gitu empati tuch.

Kalau ada orang yang menipu anak Anda. Terima secara suka relakah Anda? Tidaklah ya. Kalau menghibur dengan mengatakan ‘Sabar ya Nak…’ Iyalah. Tapi rela nggak itu hati menerima anak sendiri ditipu orang? Ya kaagak. Maka kita, semoga memiliki komitmen penuh untuk tidak menipu orang lain pula. Kayak gitu empati tuch.

Kalau ada orang yang marah-marah pada anak Anda. Terima? Jika ada yang memakinya dengan kata-kata kotor? Menyumpahinya. Membulinya. Menghinanya. Terima? Nggak! Anda nggak akan rela. Yakin benar saya. Sekalipun anak Anda terbukti melakukan kesalahan. Kayak gitu empati tuch.

Sudah ah. Nggak usah tanya-tanya lagi ya. Kesannya kok jadi mengungkit-ungkit sesuatu yang tidak ingin diusik. Lagi pula tujuan kita kan bukan untuk menasihati. Kita tadi sedang imagine. Membayangkan seandainya kita sedang berakhir pekan dengan anak-anak kita. Lalu berandai-andai ada orang yang melalukan ini itu pada anak kita.

Ternyata. Kita tidak suka ya. Nah. Sekarang. Coba diingat kembali. Pernahkan Anda menyakiti, menipu, dan me-me lainnya seperti yang kita bahas diatas? Secara sengaja loh ya. Karena kadang kita tidak bermaksud menyakiti misalnya.

Kalau saya, rasanya tidak pernah menipu. Nggak ada niat untuk itu. Tapi, orang yang bicara lugas dan to the point seperti saya mungkin pernah mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Sebagai manusia biasa saya tidak bisa mengingkari kemungkinan itu.

Bahkan Rasulullah ﷺ sebelum wafat menanyakan kepada para sahabat;”Siapa diantara kalian yang selama ini merasa pernah tersakiti olehku…?” Untuk itu saya mohon di maafkan. Sungguh, saya  tidak bermaksud demikian.

Bagaimana pun juga, bukankah bagus kalau kita bisa empati seperti saat ini? Minimal kita bisa secara sadar mengurangi sikap, tindakan dan kata-kata yang mungkin bisa menyakiti orang lain. Kita, baru bicara soal kata-kata.

Belum menyentuh soal tindakan lain yang kita tidak bisa bilang ‘nggak sengaja’ kan. Menipu misalnya. Kan nggak bisa dibilang ‘nggak sengaja’. Padahal. Kayaknya jaman sekarang tipu-tupi sudah jadi kebiasaan tidak sedikit orang. Well, jika kita menjaga diri untuk tidak begitu pun sudah bagus.

Sudah beneran ah. Tidak perlu kita bahas satu demi satu. Cukup kita sadari saja satu hal di momen akhir pekan bersama anak-anak kita ini. Bahwa kita, tidak ingin ada orang yang berbuat buruk pada anak kita. Lalu kita bawa perasaan itu kepada kesadaran, untuk tidak memperlakukab orang lain begitu. Kayak gitu empati tuch…

N.B: Anda berhak mendapatkan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas Anda loh. Maka Anda boleh mengusulkan kepada atasan, agar mengadakan training untuk Anda dan teman-teman Anda. Pilih trainer yang cocok menurut Anda.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment