Home / Artikel / Kantor Anda Itu Sesuatu Banget

Kantor Anda Itu Sesuatu Banget

 
Salah satu efek weekend adalah; males ngantor. Makanya ada pameo IDLM. Bahkan pagi ini, saya melihat seseorang menulis di soc med. Bukan sekedar tentang betapa malesnya dia buat ngantor. Tetapi juga mencari dukungan orang lain sesama pemalas lainnya.
Tentu saja bercanda. Tapi ef way ay, candaan kita kurang lebih menggambarkan siapa diri kita. Karena, orang yang memiliki kegembiraan dengan kehidupan kantornya, nggak bakal menjadikannya bahan candaan.
Kantormu itu sesuatu banget. Hal ini jarang disadari oleh orang yang ‘memiliki’ kantor. Jangan sampai baru disadari setelah Anda nggak boleh lagi masuk ke kantor itu lho. Nangis bombay nanti.
Orang yang nyadar kalau kantornya itu sesuatu banget, bakal menemukan rasa dan suasana yang tidak kalah enaknya dari rumahnya. Sehingga setiap detik yang dilaluinya dikantor bakal terasa nikmatnya. Dan orang yang menikmati pekerjaannya, biasanya adalah orang yang mengagumkan kinerjanya.
Cobalah pula Anda rasakan, betapa enaknya duduk di kursi kerja Anda. Asal tahu saja. Kursi itu mahal loh harganya. Apa lagi jika kantor Anda terletak di pusat bisnis. Dulu saya tidak begitu menyadarinya. Makanya take for granted aja. Sekarang saya tahu betaapa mahalnya harga sewa kantor di pusat bisnis Jakarta.
Makanya, setiap masuk kantor. Saya berusaha untuk menikmatinya. Setiap detail ambiensnya. Setiap lekuk tempat duduknya. Bahkan setiap bunyi ‘tak tok tak tok’ yang keluar dari kramik lantainya ketika sepatu saya memijaknya. Kantor Anda juga begitu loh.
Coba mulai sekarang. Setiap kali hendak ngantor, niatkan untuk menikmatinya. Belajar merindukannya. Dan begitu tiba di lobby kantor Anda. Injaklah lantainya dengan elegan. Lalu dengarkan bunyi sang kramik ketika bersentuhan dengan sepatu Anda. Tak tok tak tok tak tok. Seolah dia mengucapkan selamat datang pada Anda. Sang tuan, cowok kantoran yang keren.
“Nggak usah gitu-gitu amat kali Dang!” Mungkin Anda berkilah demikian. Saya malah menyarankannya. Masak sih Anda tidak bisa membedakan antara orang yang ngantor dengan antusias dibanding orang merasa beraaat sekali buat pergi ke tempat kerja. Bedalah. Hampir bisa dipastikan pula bahwa proses kerjanya. Dan hasil kerjanya. Juga. Beda.
“Kantor kami tidak sekeren seperti yang kamu bayangkan!” Mungkin Anda juga punya argumen demikian.
Hey. Kerennya sebuah kantor itu, bukan hanya diukur dengan gedung menjulang dan lingkungan yang elit loh. Saya pernah beberapa kali bertamu ke ‘kantor’ yang dipenuhi dengan kardus-kardus. Tapi fulus yang mereka hasilkan, membuat orang berdecak penuh kekaguman.
Saya juga berkali-kali meeting di kantor klien training saya. Dari luar, gedungnya tampak biasa saja. Tapi begitu masuk kedalamnya. Terasa nyaman dan menyenangkan. Karena furniturnya mewah?
Bukan. Tapi karena wajah-wajah sumeringah para karyawan yang bekerja didalamnya. Dilengkapi dengan tawa renyah mereka ketika menjalani keseharian kerjanya. Sambil saling berinteraksi dengan koleganya.
Itulah contoh orang-orang yang nyadar bahwa kantornya itu sesuatu banget. Beda dengan orang yang merasa kantornya itu sekedar tempat mampir yang mau tidak mau harus didatangi. Demi imbalan sebulan sekali, bernama gaji.
In the nut shell, apapun kodisinya. Kantor Anda itu sungguh sesuatu banget. Selama Anda menganggapnya berharga. Kesimpulannya. Semua terserah Anda juga kan? Kalau ngantor itu lebih dari sekedar kerjaan rutin belaka, maka Anda akan merasakan nikmatnya. Dan Anda, akan menyadari betapa berharganya kantor Anda. Makanya. Kantor Anda itu. Sesuatu banget.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment