Home / Artikel / Kamu Bisa Melakukan Apa?

Kamu Bisa Melakukan Apa?

 
Sopir online kemarin ternyata masih berstatus karyawan. Selepas jam kerja langsung mengaktifkan aplikasinya. Ngobrol kesana kemari hingga sampai pada soal: ‘bagaimana caranya supaya mendapatkan karir yang lebih baik’.
 
Saya tidak tahu, kenapa orang suka bertanya pada saya. Padahal di jidat saya tidak tertulis ‘I am a consultant. Ask me anything.’
 
Banyak orang yang galau tentang karirnya. Tentang keberlangsungan pekerjaannya. Dan yang cukup cadas tentang:”Kalau kena PHK, bagaimana?”
 
Ketika saya memfasilitasi training “PERSIAPAN PENSIUN” di sebuah perusahaan manufaktur di Kawasan Industri MM2100 hari Sabtu kemarin juga ada pertanyaan senada;”Apa yang harus saya lakukan setelah pensiun ini?”
 
Satu lagi yang lagi ngetrend. “Katanya banyak profesi yang hilang gegara disrupsi. Terus bagaimana dengan kami?”
 
Sebenarnya, saya tidak memiliki jawaban cespleng atas pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi ketika mengalami kegalauan yang sama, saya menemukan jawabannya dengan merenungkan hal ini; “Dadang, kamu bisa melakukan apa untuk orang lain?”
 
Pertanyaan kontemplatif yang sederhana saja kan? Tapi sejauh pengalaman saya, dalam sekali maknanya. Dan besar sekali pengaruhnya. Serta. Relevan sekali dalam situasi apapun yang kita hadapi.
 
Di kantor. Perkembangan karir Anda ditentukan oleh apa yang bisa Anda lakukan untuk atasan, bawahan, kolega, dan perusahaan. Jika Anda can do so much great things for them: pasti karir Anda kinclong.
 
Kalau Anda pekerja mandiri, atau serabutan, atau berstatus ‘gak kerja’. Entah kena phk. Atau pensiun. Atau simatupang. Apapun itu. Maka nafkah yang Anda dapatkan ditentukan pula oleh apa yang bisa Anda lakukan untuk orang lain.
 
Why? Karena kita tidak membuat uang sendiri kan? Kita mendapatkan uang dari orang lain. Lewat berdagang. Lewat mengojek. Lewat memberikan training. Lewat memberikan tenaga dalam mengerjakan apa saja untuk orang lain. Lalu kita dibayar. Semua itu hanya bisa dilakukan melalui ‘Kamu bisa melakukan apa untuk orang lain?’
 
Perhatikanlah bahwa, setiap orang yang bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain; selalu kepake kan? Makanya, mereka tidak khawatir tidak dapat rezeki. Karena rezeki, pasti menghampiri.
 
Persoalan timbul jika kita belum menemukan jawaban dari pertanyaan kontemplatif tadi. ‘Kamu bisa melakukan apa untuk orang lain?’
 
Kuncinya ada disitu. Simpel kan? Namun perlu Anda ketahui bahwa; ini bukan resep yang saya tulis sendiri. Nasihat ini bersumber dari hadits Nabi. Beliau bersabda; “Sebaik-baik manusia adalah, orang yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.”
 
Waktu ‘mengaji’, saya memahami hadits ini sebagai bekal menuju kebahagiaan diakhirat kelak. Namun saat ‘mengkaji’, saya menyadari bahwa Islam; mengajarkan konsepsi ‘Fid dunya hasanah. Wafil aakhiroti hasanah’.
 
Maka hadits Nabi ini, juga menjadi landasan dalam bisnis; sekaligus petunjuk bagi peta karir umatnya.
 
Jika Anda ingin berhasil dalam karir, maka berikanlah manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain di kantor Anda. Pasti karir Anda bagus. Dan untuk bisa memberi manfaat itu, Anda harus bisa melakukan sesuatu buat orang lain kan. Ingin karirmu cemerlang? Temukan jawaban: ‘Kamu bisa melakukan apa untuk orang lain?’.
 
Anda pedagang? Sama. Keberhasilan perdagangan Anda juga ditentukan oleh manfaat apa yang bisa Anda berikan kepada pelanggan. Dan manfaat itu, lahir dari apa yang bisa Anda lakukan buat orang lain. Ingin daganganmu laku? Temukan jawaban: ‘Kamu bisa melakukan apa untuk orang lain?’.
 
Nafkah saya, ditentukan oleh apa yang bisa saya lakukan untuk klien-klien training saya. Nafkah Anda? Ditentukan oleh apa yang bisa Anda lakukan untuk ‘klien’ Anda.
 
Semoga, Allah menolong kita. Untuk bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Maka Insya Allah, karir dan rezeki kita; terjamin. Amiin.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment