Home / Artikel / Jadilah Karyawan Broadband

Jadilah Karyawan Broadband

 
Perubahan yang kita hadapi saat ini bukan sekedar perubahan sebagaimana dulu kita kenal. Perubahan zaman now, bersifat radikal. Tentu ke arah yang lebih bagus. Karena teknologi memungkinkan terciptanya mekanisme yang lebih efisien.
 
Masalahnya, efek samping perubahan radikal itu bisa membuat banyak perusahaan terjungkal. Korban PHK merasa nasibnya lagi sial. Sedang orang yang masih punya pekerjaan berharap otomasi dan kemajuan teknologi tidak menyebabkan karirnya ikut terjegal.
 
Kalau boleh memilih; manusia mending jadi pegawai atau ongkang-ongkang kaki? Mending hidup bebas tapi berkecukupan sih. Dan itu sebenarnya cita-cita kita semua. Kelak, kita tidak usah susah payah kerja lagi. Robot yang kita buat, bakal menjadi solusi untuk seluruh kebutuhan kita.
 
Jika umur sampai ke zaman itu, maka kita akan ikut menikmatinya. Now, kita agak perih karena persis ada di zaman transisinya. Nasib orang di zaman transisi memang selalu begitu. Struggle. Terjebak chaos dan ketidakpastian. Kita menyebutnya VUCA. Volatile, Uncertain, Complex, Ambigu.
 
Karena perubahannya radikal, maka rasa perihnya juga kental. Bakal banyak korban berjatuhan seperti yang sudah mulai kita saksikan sekarang. Tapi, ketahuilah bahwa; tidak semua orang akan menjadi tumbal. Sebagian orang lainnya bakal tetap bertahan walaupun situasinya VUCA begitu.
 
Lantas, orang seperti apa yang bakal bertahan? Antara lain; karyawan yang skillnya broadband. Kalau Anda pakai wi-fi, cari yang broadband atau narrowband? Cari yang broadbandlah ya kan. Perusahaan juga begitu. Ketika harus merampingkan unit bisnisnya, maka karyawan yang skillnya broadband punya peluang paling besar untuk terus dipertahankan.
 
Apa sih karyawan yang broadband itu? Karyawan yang punya banyak kebisaan. Contoh. Sudah berapa tahun Anda bekerja. 15 tahun? Sudah kerja dibagian apa saja? Hanya di departemen itu saja selama 15 tahun? Itu artinya Anda narrowband. Kulau unit kerja Anda dilikuidasi, maka karir Anda; end.
 
Kalau dalam 15 tahun itu Anda sudah bekerja di 4 departemen yang berbeda misalnya. Dan Anda berhasil menguasai pekerjaan-pekerjaan itu, maka Anda termasuk karyawan broadband. Kalau perusahaan harus merobotisasi salah satu unit kerjanya, maka Anda bisa dengan leluasa dirotasi.
 
Jadi pointnya apa? Anda, jangan cupet bin kuper cuman menclok di satu bidang saja. Supaya lebih banyak alternatif tempat Anda bertahan atau dipertahankan. Karir kepegawaian saya tidak lama. Hanya sekitar 13 tahun saja total. Namun, saya telah bekerja tidak kurang di 5 bidang yang berbeda. Tapi bukan pindah-pundah perusahaan loh. Saya bukan tipe kutu loncat soalnya.
 
Perusahaan tempat saya bekerja sudah mengalami beberapa eposide berat. Sehingga serangkaian phk pun tidak bisa dihindari. Dan nama kita, tidak pernah tercantum dalam daftar pegawai yang dirumahkan. Kenapa? Antara lain karena banyak posisi yang bisa jadi alternatif.
 
Manfaatnya bukan itu saja. Karena ada hal lain yang lebih bernilai dari sekedar status pekerjaan. Apa itu? Bekal untuk menghadapi masa dimana status kepegegawaian kita harus dilepaskan. Ini bukan nakut-nakutin. Tapi fitrah manusia, bakal memasuki masa ‘tidak bekerja lagi’.
 
Tidak usah nunggu zaman robot dulu. Umur 55 pun Anda harus berhenti kan. Terus ngapain? Kalau pensiun kaya raya sih tinggal liburan saja. Nimang-nimang cucu. Atau mandiin burung kutilang. Lha di zaman yang harga barang kubutuhan pada terbang begini pegimane bisa hidup tenang?
 
Maka pilihannya adalah; tetap produktif kan. Pertanyaannya; apakah pengalaman kerja puluhan tahun itu bisa menolong? Kalau kebisaannya broadband, bakal punya banyak pilihan kan?
 
Emangnya kapan zaman robot tiba? Nggak tahu. Tapi, entah umur kita sampai diera serba mesin itu atau tidak; zaman broadbandnya mah, mesti dimulai sekarang.
Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment