Home / Artikel / Gunanya Semangat Itu…

Gunanya Semangat Itu…

 
Bagi sebagian besar orang, ini adalah hari pertama masuk kerja di tahun baru. Pertanyaannya adalah; apakah Anda memulai hari baru ini dengan semangat baru? Pertanyaan itu memang sederhana. Tapi, jawabannya; nggak sesederhana itu.
Ketika masih bekerja dulu, saya banyak meeting dengan para menejer. Diantara ratusan meeting dengan para menejer itu,  ada satu menejer yang unik.
Jabatannya cukup bergengsi. Product Manager (PM). Tapi produk yang ditanganinya adalah produk lawas yang sudah sangat lama ada di market. Dan tidak ada lagi riset baru yang bisa mendukung program marketingnya. Maka praktis, budget promosi menjadi satu-satunya dukungan perusahaan selain data riset ‘kolot’ tadi.
Ditengah kondisi yang serba ‘apa adanya’ itu, sang PM harus mampu menjaga kinerja produknya tetap baik agar bisa memenuhi tuntutan perusahaan. Meskipun kalah pamor oleh produk baru yang menyedot perhatian menejemen.
Saya memperhatikan respon orang setiap kali PM itu presentasi di Business Review Meeting. Kadang, saya juga mendengar pendapat para senior leader ketika sedang ‘merumpi’ di ruang VIP.  Dari hasil menyimak itu saya menyimpulkan bahwa terlepas dari kekurangan dan kelebihan sang PM, setiap orang terikat dengan keunikannya.
Lalu apakah keunikannya? Dia selalu mengatakan “Yang Penting Semangat ya teman-teman!”. Ucapan itu sering direspon senyum penuh arti dari pendengarnya. Khususnya para menejer yang lebih senior. Produk sudah tua gitu, mau diapain lagi. Begitulah kira-kira celetukannya.
Buat saya. Kalimat itu malah menjadi seperti mantra. Setiap kali ingat PM itu, orang sales pada ingat ‘yang penting semangat!’. Dan dalam pengamatan saya, tidak ada PM lain yang sesukses dia dalam soal ‘menancapkan’ tag line marketing didalam benak para salesman.
Tanyalah para salesman Anda; apakah mereka ingat tag line marketing produk yang mereka jual? PM yang saya ceritakan ini, taglinenya diingat terus. Bahkan ketika mereka sudah ‘kehabisan peluru’ dipasar yang kompetitif itu. Mereka masih ingat ‘Yang Penting Semangat!’.
Dan. Setelah melalui serangkaian merger, akuisisi, restrukturisasi, maupun efisiensi organisasi; sang PM masih ada disana. Padahal banyak menejer lainnya yang sudah ‘dibekali pesangon’.
Lalu apakah mantra itu betul-betul ampuh? Saya yakini iyya. Anda, boleh punya budget besar, fasilitas mewah, ruang kerja nyaman, ijazah PT te-o-pe. Tapi tanpa semangat? Gak bakal jadi kinerja tinggi.
Tapi Anda, boleh berada dalam kondisi yang serba sulit. Atasan gak asik. Fasilitas terbatas. Dan beragam ketidaknyamanan lainnya. Namun selama Anda masih memiliki semangat. Anda, bakal tetap cemerlang dalam bidang apapun yang Anda geluti.
Makanya. Ditahun baru ini, saya tidak tanya apakah Anda punya jabatan baru. Mobil baru. Baju baru. Atasan baru. Tapi. Semangat baru. Karena tanpa semangat baru, semua keunggulan dan privilede itu nggak bakal banyak berdampak.
Tapi dengan semangat baru, masa depan kita. Akan semakin membaik. Sekalipun banyak hal ditahun ini yang kelihatannya lebih berat. Dari tahun-tahun sebelumnya. Kita akan baik-baik saja. Insya Allah. Sudahkah Anda miliki semangat baru?
Catatan kaki:
Semangat itu seperti listrik. Tidak berfungsi semua perangkat elektronik tanpa listrik. Tidak berbinar seluruh potensi diri kita tanpa semangat.
Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman
Penulis, Trainer, Pembicara Publik.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment