Home / Artikel / Fungsi dan Manfaat Pengawasan Atasan

Fungsi dan Manfaat Pengawasan Atasan

 
Banyak atasan yang merasa tugasnya sudah selesai kalau kinerja anak buahnya sudah bagus. Padahal, tugasnya bukan hanya memastikan anak buahnya berkinerja bagus. Melainkan juga memastikan bahwa kinerja itu dicapai melalui cara yang semestinya.
Seorang sales manager misalnya. Seneng, pada anak buahnya yang pandai jualan. Target selalu tercapai. Dan bonus mengalir terus. Tak lama kemudian, salesman itu pindah kerja. Ketika itulah sang menejer sadar bahwa selama ini anak buahnya meninggalkan banyak masalah. Maka pusying tujuh kelilinglah dia.
Kita cenderung mengawasi anak buah secara ketat ketika kinerjanya buruk. Setiap hari ditanya kenapa begini kenapa begitu. Setiap saat dinasihati mesti begini mesti begitu. Sedangkan anak buahnya yang ‘lagi bagus’ lepas pengawasan.
Padahal, justru anak buah yang lagi bagus itu mesti lebih banyak diopeni. Kenapa? Karena kalau beneran dia bagus, maka kita bisa menyebarkan kebagusannya kepada anak buah yang lain. Tapi kalau dia cheating, bisa segera diantisipasi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.
Intinya, pengawasan itu merupakan salah satu fungsi utama dalam kepemimpinan. Bukan satu-satunya. Tapi itu, mesti dilakukan kepada semua anak buah. Kenapa? Karena sifat manusia itu, kalau tidak diawasi; ada saatnya untuk melenceng. Nggak ada orang yang lempeng terus tanpa pengawasan. Termasuk elo. Dan gue.
Tapi kan mengawasi anak buah itu ribet? Ya ribetlah kalau tugas itu dijadikan beban. Kalau dibawa enjoy mah ya asyik ajalah. Lagian, kenapa juga mau jadi atasan kalau ogah melakukan tugas pengawasan? Sifatnya mandatori kok.
Tapi apakah anak buah yang sudah bagus juga masih harus diawasi? Itulah masalah para atasan. Masih mengira bahwa pengawasan hanya berlaku bagi anak buah yang nggak perform. Kalau kinerjanya jelek, terus diminitor. Kalau bagus, biarin aja…
Anak buah yang berkinerja jelek mah bukan cuman butuh diawasi. Tapi butuh dididik, dilatih, didampingi. Kalau cuman diawasi doang mah gak bakal jadi bagus kinerjanya. Malah makin setress saja dia karena setiap hari Anda tanya ‘sudah berapa salesnya sekarang?’. Enek ditanya gitu terus, bleh. Latih. Sampai bisa. Itu baru enak.
Buat semua orang, fungsi pengawasan itu. Bahkan Allah pun sudah mencontohkan kok. “Sesungguhnya Allah maha mengawasi kamu sekalian…” Begitu kan firman Allah dalam Al-Qur’an? Baca deh surat An-Nisaa ayat 1.
Dalam konteks kepemimpinan, kita wajib mengawasi semua anak buah. Selama mereka berada dalam otoritas kepemimpinan kita, maka kita punya kewajiban untuk mengawasinya.
Dengan begitu, kita bukan hanya bisa membantu mereka menghasilkan kinerja baik. Tetapi juga meraihnya dengan cara yang baik. Sehingga hidup kita, bakal tenang. Dari awal, hingga berakhirnya karir ini nanti. Insya Allah.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment