Home / Artikel / Euforia – Konsisten – Istiqomah

Euforia – Konsisten – Istiqomah

 
Gebrakan. Demikian istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan suatu kegiatan luar biasa. Disebut luar biasa berarti kan berbeda dari kegiatan-kegiatan lainnya. Berbeda dalam caranya. Berbeda dalam dampaknya. Dan tentu berbeda pula kehebohannya.
Lalu, apakah gebrakan itu mampu menghasilkan sesuatu sesuai harapan? Tidak selalu. Bahkan banyak kegiatan atau program kerja penuh gebrakan yang hanya berumur beberapa hari atau minggu saja. Setelah itu hilang tanpa bekas. Mengapa? Euforia. Itulah jawabannya.
Group chatting. Saya yakin Anda bergabung minimal dengan satu group. Ketika masa-masa awal group dibentuk, apa yang terjadi? Puluhan bahkan ratusan pesan menyerbu masuk sampai Anda bingung mau baca yang mana.
Itu contoh euforia. Sejumlah orang melakukan sesuatu yang menjadi trend pada suatu waktu tertentu. Akibatnya, terjadi aliran energi dan perhatian yang masif pada rentang waktu yang singkat.
Dikantor, sering juga terjadi euforia. Misalnya ketika pergantian menejmen baru. Biasanya kan orang baru membawa program baru. Nah, ketika program baru dari pimpinan baru itu disosialisasikan; terjadilah reaksi serempak dari berbagai jajaran. Kemudian teejadi kehebohan. Lantas memudar perlahan-lahan.
Tapi kan bagus juga dong kalau orang bersemangat walaupun hanya diawalnya saja?! Bagus. Untuk menumbuhkan awareness. Tetapi dampaknya secara jangka panjang? E-hm..ehem. Karena efek jangka panjang itu bukan dari tindakan hangat-hangat telur ayam. Melainkan dari tindakan yang dilakukan secara konsisten.
Selang beberapa hari. Atau paling lama 2 minggu saja. Arus informasi dalam group itu mulai menurun secara drastis. Gairah orang untuk posting mulai surut. Bahkan orang-orang yang semula rajin pun mulait menghilang dari peredaran. Tidak sedikit yang mengambil keputusan untuk ‘left’ dari group.
Ini adalah contoh fenomena kristalisasi. Bahwa euforia itu, cepat atau lambat akan memudar juga. Yang bersisa adalah kristal-kristal berupa sikap pasif sebagian besar orang PLUS menonjolnya beberapa gelintir orang saja.
Seperti air sahang pohon aren yang menguap ketika dididihkan, menyisakan kristal berwarna gelap bernama gula merah. Sebagian besar euforia akan menguap, menyisakan inti gulanya saja. Sejak saat itu, group hanya diisi postingan orang-orang tertentu.
Dikantor Anda, sebagian besar orang hanya akan heboh pada masa euforia itu saja. Namun perlahan tapi pasti, sebagian besar dari mereka akan menguap juga. Dan hanya segelintir orang yang terus melakukan apa yang selama ini dilakukannya. Dan akhirnya, lingkungan kerja; akan diwarnai oleh tindakan mereka. Ini contoh dari konsistensi.
Jadi untuk mewujudkan sesuatu yang bermutu itu apa perlu membuat sebuah gebrakan besar? Tidak. Karena gebrakan besar hanya cocok untuk proyek-proyek mercusuar. Bukan untuk proyek yang dirancang bagi terciptanya kemaslahatan jangka panjang.
Program mobil internet masuk desa itu misalnya. Rame diawal. Diliput berbagai media. Disambut haru masyrakat pedesaan. Dipuji berbagai kalangan. Lalu senyap kemudian. Dan akhirnya, mobil-mobil mahal yang dibeli dari hasil keringat rakyat lewat pajak itu teronggok menjadi harta karun songsok di negeri antah berantah.
Konsistensi. Itu yang diperlukan untuk sebuah kegiatan agar bisa memberi dampak nyata. Baik bagi bangsa. Bagi lingkungan kerja. Bagi keluarga. Maupun bagi diri kita sendiri. Dalam tuntunan Islam, itu disebut istikomah. Tsummas taqoomu… demikian Allah berfirman. Terus beristikomah. Demikian maknanya.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment