Home / Artikel / Core Values Dan Nilai-Nilai Pribadi

Core Values Dan Nilai-Nilai Pribadi

 
Kalau Anda bekerja di perusahaan bagus hampir bisa dipastikan disana ada Core Values. Tidak berarti perusahaan yang tidak punya rumusan Core Values tidak bagus. Tapi sekarang sudah semakin banyak perusahaan yang sadar pentingnya Core Values.
Perusahaan sih sadar benar. Tapi. Apakah karyawan juga sadar kalau Core Values itu penting? Jangan-jangan, hanya boss besar saja yang menganggap penting. Karyawan sih merasa semuanya baik-baik aja tanpa Core Value juga. Lantas. Sebagai karyawan, Anda menganggapnya penting atau tidak?
Sebelum memutuskan penting atau tidaknya, saya ajak Anda untuk terlebih dahulu menyimak, bagaimana keterkaitan antara Core Value dengan nilai-nilai pribadi Anda. Kita semua, lahir dan dibesarkan dalam lingkungan yang menganut norma-norma tertentu. Termasuk cara orang tua membesarkan kita.
Semua pengalaman dalam perjalanan tumbuh kembang sampai bekerja ini menciptakan suatu sistem nilai dalam diri kita. Contoh. Orang yang dibesarkan dalam lingkungan yang berdisiplin tinggi biasanya menjadi orang yang berdisiplin. Kedisiplinan menjadi nilai pribadinya.
Kalau dia bekerja di perusahaan yang mempunyai Core Value ‘BERDISIPLIN’, apakah core value itu cocok dengan nilai pribadinya? Cocok sekali. Dia akan menganggapnya penting nggak? Tentu saja. Apakah dia mau menerapkan kedisiplinan di tempat kerja? Pasti. Apakah berat baginya untuk menerima dan menjalankannya? Tidak.
Dari sini kita lihat bahwa Core Value perusahaan sebenarnya sangat bisa kompatibel dengan nilai pribadi kita. Dan ketika sebagai karyawan kita merasakan kecocokan itu, maka kita justru merasa semakin ‘pas’ bekerja disitu. Tingkat engagement kita pun akan semakin tinggi.
Lantas, kenapa banyak perusahaan yang Core Valuesnya hanya sekedar jadi pajangan dinding kantor tanpa tercermin dalam perilaku kerjanya sehari-hari? Antara lain karena kita, tidak berusaha menemukan kompatibilitasnya dengan nilai-nilai pribadi kita. “Ah, itu kan maunya menejmen. Bukan maunya kita…”
Padahal kalau kita cermati, setiap poin dalam tata nilai atau core values perusahaan itu berisi panduan tentang sikap dan pola perilaku bagus yang layak kita adopsi. Coba perhatikan, apa ada core values yang isinya tentang perilaku buruk? Tidak adalah.
Sedangkan nanusia itu pada dasarnya baik. Sehingga bakal cocok dengan tata nilai yang baik. Jadi core values perusahaan hampir pasti cocok dengan kita.
Nggak juga tuch Dang. Ada core value yang nggak gue banget deh. Misalnya, ‘CUSTOMER FOCUS’. Lah, kerjaan gue kan di back office yang nggak ketemu pelanggan. Jadi nggak cocok dong!” Ada juga yang berpandangan demikian.
Baiklah. Ada 2 hal yang perlu kita pahami. Satu, pelanggan itu tidak selalu berarti orang yang membeli produk atau jasa kita loh. Ada yang namanya internal customer kan? Mereka adalah kolega, atasan, bawahan, dan orang-orang yang ada di kantor kita.
Kedua, selain di kantor kita juga punya kehidupan kan? Maka tata nilai ‘Customer Focus’ itu juga bisa dibawa ke dalam aktivitas harian kita lainnya. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain.
Jadi intinya, Core Values, bukan hanya penting buat perusahaan. Tapi buat diri kita juga. Jika belum menemukan kecocokan antara core values itu dengan nilai-nilai pribadi kita, maka kita perlu memperdalam pemahaman terhadap tata nilai itu. Dan menemukan relevansinya dengan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari kita.
Insya Alloh. Kelak kita akan merasa bahwa Core Values perusahaan adalah core values gue juga.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment