Home / Artikel / Cara Menghadapi Anak Buang Yang Bandel

Cara Menghadapi Anak Buang Yang Bandel

 
Salah satu duri dalam kepemimpinan adalah anak buah yang tidak bisa diatur. Ada yang karena merasa lebih senior. Atau mengira bahwa atasannya tidak lebih kompeten dari dirinya. Atau mungkin juga ada penyebab lainnya.
Khusus bagi atasan baru, baik yang dipromosi atau yang di rekrut dari perusahaan lain; anak buah bisa saja ‘ngetest’. Kira-kira atasannya ini bisa nggak handle ‘kesulitan’ yang disodorkannya. Cuma ngetes aja. Kalau nggak lulus, dia bakal ngeribetin terus. Tapi kalau lulus, akhirnya dia bakal respek juga.
Dalam banyak situasi, sikap anak buah yang sulit diatur itu muncul karena lemahnya ikatan emosi dengan atasan. Kalau secara emosi mereka tidak terkoneksi, maka sulit untuk bisa saling memahami. Bahkan atasan ‘biasa-biasa’ saja juga bisa jadi luar biasa kalau berhasil membangun hubungan emosi yang bagus dengan anak buahnya.
Jadi, salah satu faktor penting dalam mengatasi anak buah yang susah diatur itu ya membangun hubungan yang lebih baik. Kenyataannya, orang yang ndablek pun nurut kepada orang-orang tertentu. Kenapa? Biasanya karena mereka mempunyai hubungan yang baik satu sama lain.
Bagaimana kalau dengan semua orang lainnya pun dia sulit diatur? Biasanya, itu karena selama ini dia merasa tidak diberi tempat. Misalnya, kalau semua orang memandang sebelah mata kepadanya maka dia juga akan merasa terpojok. Bisa dipahami jika sikapnya demikian. Orang pertama yang memberinya apresiasi bakal memenangkan hatinya.
Sekalipun demikian, ada saja anak buah yang tetep sulit. Meski segala daya upaya sudah dilakukan. Untuk yang seperti ini, maka fokus kita adalah; kinerja. Jika memang sikap dan perilakunya tidak bisa diperbaiki maka, soal kinerja itu tidak boleh kompromi. Namun sebagai atasan, kita tetep mesti mengingatkan bahwa sikapnya itu tentu ada konsekuensinya.
Dengan begitu, minimal kerjaan yang harus ditanganinya selesai. Sambil tetap menjadi pengingat terdepan dalam perbaikan sikap dan perilaku yang mesti dia lakukan. Siapa tahu seiring dengan berjalannya waktu, dia bisa berubah menjadi lebih baik. Sehingga dia bisa menjadi seperti anak buah lainnya. Yang kinerjanya baik. Sikap dan perilaku kerjanya juga baik. Bagi kebaikan dirinya juga kan? Juga bagi kebaikan unit yang kita pimpin tentunya.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment