Home / Artikel / Buruk Ditegur, Baik Dicuekin

Buruk Ditegur, Baik Dicuekin

 
Kalau Anda melakukan kesalahan di kantor. Berapa lama harus menunggu hingga seseorang menegur Anda? 5 detik?. Kalau Anda melakukan sesuatu dengan benar, berapa lama waktu untuk menunggu datangnya pujian? Seumur hidup.
Agak lebay sih ilustrasinya. Tapi so true ya. Sekalipun begitu, nggak usah diambil hati. Apalagi menyebabkan kita jadi males. Manusia memang begitu. Sensi dengan kesalahan orang lain. Tapi nggak peka dengan sisi positifnya. Dan karena kita juga manusia, maka kita pun tidak simetris seperti itu.
Contoh lain. Apa sih yang terjadi kalau harga BBM naik? Semua heboh. Harga-harga langsung ikutan naik. Ongkos angkot, bis, dan ojek melonjak. Bunga bank menanjak. Semua kompak naik. Hebbooh, kalau harga BBM naik.
Tapi, Anda tahu nggak kalau sudah beberapa pekan ini harga BBM turun? Suwer. Banyak yang nggak nyadar loh kalau premium sudah 6500an lagi. Kenapa?
Karena media sepi pemberitaan. Para pengusaha plus penyedia jasa memilih bersikap kura-kura dalam perahu. Pemerintah? Yah, begitulah. Harga apa yang turun seiring penurunan kembali harga BBM coba? Sikap manusia, tidak simetris.
Jadi, nggak usah kesal kalau ditegur karena kesalahan tapi dicuekin kalau melakukan pekerjaan dengan benar. Sikap manusia, tidak simetris.
Atasan yang menegur Anda, sayang pada Anda sehingga tidak membiarkan Anda berbuat salah. Atasan yang tidak pandai memuji Anda, menganggap Anda sudah cukup dewasa sehingga sadar bahwa memang semestinya Anda kerja yang bener tanpa ngarepin pujian.
Maklumi, kalau seseorang bersikap begitu pada Anda. Toh dia bukan Tuhan. Hanya Tuhan yang memberi balasan sekali untuk setiap kesalahan, dan memberi imbalan 10 kali pada seriap kebaikan kan?  Manusia mah menegur kalau ada yang berbuat salah. Tapi cuek bebek kalau orang lain berbuat baik.
Sebagai gantinya, ada satu sikap yang bisa Anda bangun bersama teman-teman kerja Anda. Sikap apa yang saya maksudkan? Belajarlah untuk saling mengapresiasi dengan kolega kerja Anda satu sama lain. Sederhana. Tapi riset menunjukkan bahwa hubungan kita dengan kolega kerja bisa membuat kita semakin menikmati pekerjaan itu…
Kalau kita kompak dengan teman kerja, maka kita akan tetep asik. Kalau habis ditegur seseorang, ada teman untuk saling memahami perasaan. Kalau sudah kerja bagus dicuekin, ada teman juga yang senasib sepenanggungan.
Catatan kaki:
Orang yang menegur karena kekurangan kita itu baik loh. Walaupun jarang menghargai kebaikan kita, tapi tetap saja dia telah berbuat baik dengan mengingatkan apa yang tidak selayaknya kita lakukan. Soal, gaya negurnya yang nggak asyik; ya tak usah dicontoh.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment