Home / Artikel / Berkonflik Dengan Atasan

Berkonflik Dengan Atasan

 
Enak banget kalau bisa kompak dengan atasan. Tapi realitas di tempat kerja kita tidak selamanya begitu. Ada saja situasi dimana kita tidak sejalan dengan atasan. Jika hal itu hanya menyangkut beda pendapat, ya nggak masalah. Tapi, kalau sudah menimbulkan konflik, bakal menjadi persoalan.
Kita, selalu merasa benar setiap kali berseberangan dengan atasan. Entah itu karena memang kita yang benar. Atau karena ego kita yang besar. Apapun itu, yang jelas hubungan yang buruk dengan atasan itu tidak menguntungkan. Ya, saya lebih suka bicara soal keuntungan.
Apa untungnya berkonflik dengan atasan coba? Nggak ada. Malah benjot kepala kita. Karena bagaimana pun juga ditempat kerja, kekuatan jabatan itu lebih superior dari pada kekuatan intelektual atau pengalaman kita.
Hingga ke level tertentu, bahkan karir Anda bergantung kepada atasan. Minimal penilaian tahunan Anda ada ditangan dia. Maksimalnya, Anda bisa dimutasi atau dipersulit dalam berbagai hal. Intinya, nggak bakal tenteram Anda bekerja disana kalau berkonflik dengan atasan.
So, apa yang harus dilakukan? Gampang. Berdamai saja dengan atasan. Harus menjilat gitu? Nggak. Malah saya menyarankan Anda untuk menghindari kelakuan penjilat. Jelek itu.
Yang harus Anda lakukan adalah; menerima atasan Anda dengan segala kekurangannya. Sebagai manusia, dia seperti Anda. Punya kekurangan dan keterbatasan. Sama seperti Anda yang ingin dimaklumi oleh orang lain. Anda juga perlu memaklumi orang lain. Terlebih jika orang lain itu adalah atasan Anda sendiri.
Kalau Anda maklum, nggak bakal ada perilaku tak enak dia yang Anda masukin kedalam hati. Sehingga Anda nggak gampang sakit hati. Kalau nggak lagi sakit hati, maka Anda akan bekerja secara optimal. Anda support dia dengan sungguh-sungguh. Sehingga dimata dia, Anda adalah anak buah yang bisa diandalkan dan diharapkan.
Prinsipnya, ganti konflik menjadi kompak antara Anda dengan atasan. Dengan begitu, maka hubungan kerja Anda akan lebih sehat. Anda menjalani keseharian kerja itu dengan lebih bahagia. Dan boleh jadi, karir Anda pun akan semakin moncer. Insya Alloh. Aamiin…

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment