Home / Artikel / Benalu Dalam Team

Benalu Dalam Team

 
Bekerja dalam team itu bisa sangat menyenangkan. Khususnya bagi orang yang senang bersosialisasi. Bagaimana pun juga, bekerja bersama team lebih asyik daripada sendirian.
 
Tetapi. Bekerja dalam team juga bisa menjadi sumber sakit hati. Khususnya ketika ada anggota team lain yang menjadi benalu. Bukannya menjadi penambah daya. Malah menjadi beban buat anggota team lainnya.
 
Lalu bagaimana mengatasinya? Atasan dan bawahan harus kompak bersama-sama mengambil sikap. Kalau tidak, maka dia akan memanfaatkan ‘keberpihakkan’ salah satu pihak untuk melemahkan pihak lainnya.
 
Contoh. Kalau hanya sesama anggota team yang menuntutnya bekerja dengan baik, maka dia akan berkilah; “Atasan gue juga nggak usil seperti elo. Berarti kinerja gue baik-baik aja dong!”
 
Sebaliknya. Kalau hanya atasannya yang menuntut perbaikan kinerja maka sifat benalu – khususnya yang merasa lebih senior atau ogah mengakui legitimasi kepemimpinan atasannya bakal juga berkilah; “Kan kinerja team baik-baik saja. Berarti peran saya selama ini cukup dong…”
 
Namanya juga benalu. Fokusnya memang cari enak bagi diri sendiri. Oleh karena itu, penanganan orang bertipe benalu seperti ini perlu dilakukan dari  2 sisi. Pertama, dari sisi atasannya. Kedua dari sisi kolega sesama anggota teamnya.
 
Penanganan dari sisi atasan. Jangan memberi penugasan secara umum. Karena sebagai benalu, dia akan mengambil porsi pekerjaan yang paling ringan. Berikan penugasan spesifik tentang item-item yang harus dia selesaikan. Kita tahu bahwa bahkan dalam team pun, item pekerjaan diselesaikan secara individu.
 
Penugasan spesifik itu sebaiknya tidak hanya diberikan kepada si benalu. Melainkan juga kepada anggota team lain yang bekerja bersamanya. Lalu monitor hasil kerja mereka. Pampangkan secara transparan di ‘Performance Board’ alias ‘Papan Kinerja’ yang bisa dibaca semua orang.
 
Selain cukup efektif untuk transparansi kinerja individu, hal itu juga bisa menjadi dasar penilaian secara objektif. Bukan hanya buat si benalu. Juga buat anggota team yang lainnya.
 
Penanganan dari sisi anggota team. Karena artikel ini untuk para leader. Maka penanganan dari sisi kolega anggota team Insya Alloh akan kita bahas dalam kolom P=Personalism. Supaya nanti bisa Anda gunakan juga untuk menambah wawasan anggota team Anda.
 
Sementara ini, silakan terapkan saran penanganan dari sisi atasan sebagaimana kita bahas diatas.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment