Home / Artikel / Bagaimana Mendapatkan Dua Jenis Kemudahan

Bagaimana Mendapatkan Dua Jenis Kemudahan

 
Menurut pendapat Anda, ada nggak orang yang mau dibikin susah? Nggak ada. Semua orang kepengen kemudahan. Sudah tahu kita. Tapi kenapa ya, orang kok lebih suka bikin rumit urusan orang lain? Daripada membikinnya jadi lebih mudah?
 
Kemarin saya membawakan materi dengan tema ‘The Power of Simplicity’ di Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali. Kemudahan dalam segala urusan, berakar dari simplicity. Keringkasan. Atau kesederhanaan. Sedangkan keruwetan, lebih banyak ditimbulkan oleh complexity. Alias keribetan.
 
Hal ini berlaku dalam segala aspek kehidupan. Mengurus SNI atau berbagai perijinan. Bikin SIM. Bikin akte kelahiran. Urusan sekolah, kantor, utang piutang. Dan sebagainya. Kalau prosesnya dibikin simple, pasti jadi mudah. Tapi kalau dibuat kompleks. Ya ruwet…
 
Albert Einstein menyatakan begini. “Any intelligent fool can make things bigger and more complex. It takes a touch of genius and a lot of courage to move in the opposite direction.”
 
Kalau membuat masalah jadi bertambah besar. Dan tambah rumit. Banyak yang bisa. Membuatnya menjadi sederhana sehingga memberikan kemudahan, gak banyak yang bisa. Makanya, atasan yang keren itu sedikit. Yaitu, atasan yang mampu memudahkan urusan anak buahnya.
 
Anak buah yang keren juga sedikit. Yaitu anak buah yang memudahkan urusan atasannya. Dosen dan trainer keren? Sedikit juga. Yaitu pendidik yang mampu membuat hal-hal rumit menjadi sedemikian sederhananya sehingga; lebih mudah untuk dipahami oleh anak didiknya.
 
Kenapa hanya sedikit yang bisa? Karena, membuat sesuatu yang simple itu butuh usaha ekstra. Jangan kira mudah loh membuat hasil karya berkualitas yang dikemas secara sederhana. Kalau bikin urusan ribet, gampang. Kerja sesuka udel sendiri saja. Maka otomatis urusan jadi ribet. Sedangkan untuk membuat hal simple namun keren itu, butuh komitmen dan dedikasi yang tinggi.
 
Kepada para peserta, saya berikan selembar kertas bergambar. Lalu saya tanya; gambar apa itu? Mereka memberikan jawaban sesuai dengan yang mereka lihat. Lalu saya mengajaknya untuk melihat dengan teknik tertentu. Lantas saya ajukan pertanyaan yang sama. Sekarang, mereka terpana pada apa yang dilihatnya. W. O. W.
 
Tahukah Anda kenapa? Karena dibalik kesederhanaannya, sesungguhnya itu adalah gambar 5 dimensi yang sangat indah dan canggih. Lalu, bagaimana cara menampilkan gambar indah dan canggih itu menjadi sederhana? Genius. Demikian Einstein bilang.
 
Lantas, dimana letak the beauty of simplicity-nya? Di banyak posisi. Baik secara finansial, emosional, moral dan al-al lainnya. Namun salah satu yang paling penting adalah; momen ketika simplicity itu membuat orang lain bahagia karena kemudahan yang didapatkannya.
 
Atasan senang pada anak buah yang memudahkan urusannya. Begitu pula sebaliknya. Sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapatkan manfaat secara mutualistik. Bagus banget kan?
 
Iyya. Terlebih lagi jika kita melakukannya dengan niat untuk mengikuti nasihat Rasulullah. Beliau bersabda;“….Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat.”
 
Maka pantaslah jika orang yang suka memudahkan urusan orang lain itu sering menjadi pribadi yang disukai. Banyak yang nolong. Banyak yang peduli. Karena ternyata; Allah memudahkan urusannya didunia dan diakhirat.  Maukah Anda mendapatkan 2 jenis kemudahan itu? Insya Allah. Aamiin.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment