Home / Artikel / Atasan Yang Dirindukan

Atasan Yang Dirindukan

 
Jika atasan Anda sedang pergi keluar kota. Apakah Anda merindukannya kembali? E-ehm… Lalu jika Anda pergi ke luar kota. Apakah anak buah Anda merindukan Anda kembali? What a question.
 
Kematian Glenn pada awal sesi ke-6 The Walking Dead menjadi pembicaraan hangat para penggemar film itu. Tak sedikit yang kecewa. Selain karena tokoh idolanya mati, juga cara matinya yang dinilai terlalu meremehkan ketangguhan dan beragam keistimewaan tokoh itu. Berbagai spekulasi bermunculan. Khususnya dikalangan penggemar yang menghendaki agar karakter itu tidak dibunuh. Tentu, tentang kemungkinan bahwa Glenn yang tidak mati.
 
Dia, bisa meloloskan diri. Mungkin masuk ke parit. Bersembunyi dibawah mayat Nicholas. Termasuk kemungkinan ditolong oleh alien yang menyamar jadi ratu kodok. Apa sajalah. Pokoknya, Glenn nggak boleh mati.
 
Tetapi. Para penggemarnya harus kecewa. Karena setelah beberapa episode, Glenn tidak muncul juga. Bahkan namanya jelas tertulis dalam tembok memorial Alexandria. Glenn benar-benar mati. Meninggalkan para fansnya yang patah hati.
 
Sungguh beruntung jika sebagai atasan, kita dirindukan oleh anak buahnya. Tidak rela mereka kalau kita tinggalkan. Pergi kemana pun diikuti saja. Karena mereka, benar-benar sudah sedemikian klopnya satu sama lain. Hubungan atasan – bawahan, menjadi sedemikian menyenangkan.
 
Jika pun seorang atasan dipindahkan ke departemen lain, misalnya. Lalu anak buahnya pada menginginkannya kembali. Tapi. Pengambil keputusan lebih kuasa menempatkan orang-orangnya. Sama seperti sang sutradara yang bisa menentukan nasib para bintang filmnya. Anak buah yang cinta sama atasannya, seperti penonton film. Hanya bisa mengikuti alur skenario yang ada.
 
Tapi episode hari senin kemarin, merupakan sebuah anugerah kegembiraan. Glenn is back. He is still alive! Dan layaknya seorang Glenn yang dikenal selama ini, dia berjuang melawan para walker. Hingga tak ada lagi yang tersisa disekitarnya.
 
Kehebohan dan diskusi para fans terjadi lagi. Tapi kini dipenuhi kegembiraan karena kembalinya karakter keren itu. Pertanyaan; kalau Anda ditugaskan kembali ke posisi atau team Anda yang sebelumnya, apakah mereka akan menyambut come backnya Anda dengan antusias?
 
Saya sadar jika film itu bukanlah realitas. Namun bukankah skenario film merefleksikan sudut pandang sang penulis terhadap kehidupan nyata? Dan bagi orang yang berkecimpung dalam pelatihan leadership seperti saya, kembalinya Glenn ini merupakan satu hal yang layak direnungkan oleh para leader.
 
Perhatikanlah betapa banyak pimpinan yang dihindari oleh anak buahnya. Boro-boro dirindukan. Kalau sedang ada boss dikantor, anak buah merasa gerah. Why? Bayangkan bila Anda bisa menjadi seorang leader yang dirindukan oleh anak buahnya. Seperti Glenn yang dirindukan para penggemarnya.
 
Dalam The Walking Dead, berbagai macam karakter tokoh datang dan pergi. Namun, tidak ada yang perginya disambut kesedihan pengemar seperti Glenn. Dan tidak ada tokoh yang kembalinya disambut dengan kegembiraan sedemikian meriah seperti halnya Glenn.
 
Dalam kehidupan kantor kita, tokoh-tokoh pimpinan datang dan pergi. Sebagian besar tokoh itu tidak menimbulkan kesan apa-apa. Pergi, ya pergi saja. Sebagian ada juga yang meninggalkan kesan. Tapi kesannya buruk.
 
Dan sebagian kecil dari mereka ada yang meninggalkan memori yang begitu berkesan. Yang membuat hati anak buahnya bergetar, setiap kali mereka mengingatnya kembali. Anda, tokoh pimpinan yang seperti apa?
Catatan kaki:
Mungkin kita tidak bisa menjadi atasan yang dirindukan oleh anak buah. Tapi, minimal kita bisa menjadi atasan yang tidak membuat anak buah merasa gerah.

Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment