Home / Artikel / Ambil Dari Kantor, Bawa Ke Rumah

Ambil Dari Kantor, Bawa Ke Rumah

 

Tolong jangan bilang-bilang bahwa saya yang memprovokasi Anda melakukan hal ini ya. Tapi. Memang Anda berhak mendapatkannya kok. Jadi, saya sarankan Anda untuk mengambilnya dari kantor. Lalu bawa pulang ke rumah. Ambil diam-diam aja. Karena kalau sampai orang lain tahu; bisa runyam urusannya.

Pertanyaannya adalah; Apa yang Anda ambil dari kantor itu? Kalau penjepit kertas, stapler, cutter; dari kantor dibawa pulang ke rumah, Anda salah. Property kantor, tidak selayaknya berpindah tempat. Harus tetap di kantor. Mengambilnya merupakan penodaan terhadap integritas dan profesionalitas kita.

Lantas apa yang mesti kita ambil? Sesuatu yang melekat kepada otot dan pikiran kita. Pengalaman, namanya. Ambillah sebanyak-banyaknya. Karena tidak ada upah yang lebih sepadan dengan kerja keras Anda dalam bekerja selain pengalaman.

Walaupun gaji Anda sudah puluhan juta sebulan. Tetap tidak sepadan. Apa lagi kalau yang puluhan juta tuh gaji setahun yah. Tiwas deh. Cuman menang status doang dibanding tukang somay. Rugi kerja seperti itu mah. Rugi banget malah, kalau kerja hanya sekedar dapat upah.

Bangun dan bawa pulang pengalaman. Karena, satu: tidak ada yang bakal menuntut kalau membawa banyak pengalaman. Kedua, pengalaman itulah yang bakal menjadi bekal untuk melanjutkan hidup setelah kantor tidak mempekerjakan kita lagi.

Yang kedua itu penting banget. Karena pekerjaan ini bakal berakhir. Sementara hidup kita, terus berlanjut. Sedangkan mantan pekerja, pada umumnya tidak bisa mengerjakan hal lain. Bayangin aja, 35 tahun jadi karyawan. Nggak ngerjain hal lain selain urusan kerjaan. Begitu pensiun? Wasallam.

Gaji kan sudah tidak ada. Sedangkan uang pensiun tidak seberapa. Pengalamanlah yang bisa menjadi tali ikhtiar kita kelak. Tapi kenapa banyak orang ‘berpengalaman’ yang hidupnya tetap kepayahan? Wey sebentar dulu. Yang Anda bicarakan itu pengalaman atau masa kerja?

Banyak orang keliru mengira bahwa masa kerja itu itu pengalaman. Makanya ada yang di CV nya suka ngeklaim ‘pengalaman kerja sekian tahun’. Padahal beda. Orang yang kerja puluhan tahun sering tidak punya pengalaman berharga. Sedangkan orang yang baru kerja satu dua tahun saja sudah kaya dengan pengalaman.

Kenapa bisa begitu? Karena kebanyakan orang kerja hanya sekedar menjalani tugas harian saja. Bertahun-tahun terpenjara dalam tugas rutin yang tidak memberi nilai tambah apapun bagi dirinya. Maka waktu, tidak menambah apapun selain rasa bosan saja. Makanya orang yang udah kelamaan kerja sering tidak exited lagi dengan pekerjaannya kan?

Bekerja yang bener itu, berorientasi pada semakin kayanya diri kita dengan bekal untuk kehidupan pribadi nanti. Bukan pada bayaran, bahkan jabatan. Lihatlah, banyak mantan direktur yang bingung mau ngapain kan? Waktu kerja dulu jago. Tapi begitu harus ‘mengurus diri sendiri’, babak belur.

Maka makin jelas bahwa pengalaman itu makin penting bagi hidup kita. Maka mulai sekarang teman-teman. Bebaskan diri dari rutinitas. Lalu eksplorasilah peluang-peluang untuk mengumpulkan banyak pengalaman dikantor Anda.

Tekuni. Tajamkan. Baguskan. Artinya, Anda kerja bener-bener dengan kualitas terbaik kan? Ingat loh, misi Anda adalah; mengumpulkan pengalaman buat bekal masa depan. Jadi nggak bisa lewat kerja asal-asalan. Maka dengan sendirinya Anda akan menjadi karyawan penting bagi perusahaan.

Dengan begitu, Insya Allah deh. Pada saatnya berhenti nanti, kita punya cukup bekal pengalaman untuk meneruskan kehidupan. Tapi untuk merasakan manfaatnya, nggak harus nunggu selama itu loh. Dengan kerja bagus itu, kita bisa menjadi aset penting buat perusahaan. Bayarannya, pasti lebih banyak kan? Ayo praktekkan.


Artikel
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment